Dipaksa Merasa
Seorang manusia sedang menyelaraskan hati dengan fikirannya. Ada
sesuatu yang sangat ia inginkan, namun sayang hati dan pikirannya menjadi tak
bersahabat dalam satu koordinasi yang tak karuan. Ada rasa yang ia ingin
utarakan, namun itu adalah rasa yang sangat menggangu, tak kuasa menahan
bisikan kerikil pasir yang menggelombang menyerang hati. Kuat dan setegar yang
kau kira, dia terus mengucap asma Nya, terus mengharap agar tak sehelai rambut
pun yang ia lihat dan sedikitpun sentuhan yang ia rasakan. Begitu kuat badai
terus mengahadang dan menyerang gumpalan hati yang lemah itu, memiliki namun
tak memilki.
Tak ada rasa yang tak pernah seorang adam yang terganggu raga dan
jiwanya karena seorang perhiasan dunia yang begitu mengkilap sampai matapun tak
melihat seberapa jauh mata memandang. Dunia Nabi pun hampir ternodai oleh
tragedi yang hampir terjadi mencoreng kisah suci sepanjang zaman. Namun, kuasa Nya
lah yang menjaga seorang laki-laki itu tetap suci sampai hari dia menjadi
lelaki sempurna nan sejati.
Tak tega dia memberikan harapan palsu kepada seorang hawa, kadang
rumput yang bergoyang pun berkata bahwa banyak insan yang terjebak dalam dunia
maya yang tak bertuan dan tak karuan. Rasa indah dan berbunga-bunga seseorang
hawa seakan terus menggelora sampai ia tak berpikir lagi jiwa dan raganya akan
ia berikan. Akan menjadi sakit dan menggigit jika seorang adam kembali
menyakiti hati seorang hawa yang tak berdosa, namun kadang sang hawa pun
memberikan ruang kecil kepada seseorang adam untuk ia melobangi hati nan suci.
Sang pemilik raga dan jiwa, kaulah sang penjaga hati dan penjaga
segala sisi. Tiada yang bisa menerobos jalan ini jika tanpa ijin dan
kekuatanmu. Maafkan seorang hamba yang selalu bingung apa yang ia lakukan, hari
hari ke hari menjadi catatan cinta seorang hamba dari sang adam untuk sang hawa
yang ia idam-idamkan. Tak kuasa melihat isakan tangis yang mengucur di pipinya
seakan menyayat hati karena sakit dan derita yang ia rasa karena rasa yang
mencoba menipu dan mencederai hati nan suci. Ia berusaha untuk menjaga dan
selalu berusaha mendoakanNya di perapian api malam ketika insan-insan berdasi
akan ekonomi sedang tak sadarkan diri.
Waktu yang menentukan segalanya, rasa ia kepada Rabb Nya akan harus
dan terus mengalir dalam otak dan hati sanubarinya, rasa gundah akan menjadi
ucapan doa untuk kepada siapa ia ucapkan dan utarakan. Kata-kata indah tiada
tara akan lebih kau simpan saja kepada sang pemilik hati, daripada kau
tumpahkan tak berdaya kepada insan yang kau tak tahu siapa.
Ikhlaskan dan kuatkan, setiap insan akan mengalami turbulensi hati
yang setiap kali akan terus menggangu setiap urat nadi. Tapi memang tak bisa
terelakan hati manusia jika sedang dalam keadaan itu, semua akan terasa indah,
meskipun hati sebenarnya menjerit, jangan kau nodai hati nan suci. Tunggulah
hari dimana kau akan menemukan cinta sejati yang akan mengubah arah yang patah
arang menjadi arah yang merindukan kasih sayang, tak bertemu sehari seperti tak
bertemu senja sampai ujung senja menghilang. Bagaikan Fatimah menyembunyikan
cahaya yang ia rasa cahaya itu berada disuatu tempat yang ia anggap cahaya lain
yang menjadi belahannya. Sang Ali pun menjawab pertanyaannya dengan sebuah
ikrar yang tak bisa semua adam mampu memainkan ritme tersebut, ia jawab dengan
sebuah jawaban yang tegas, lugas dan jelas. Tidak ada kata-kata sempalan
kata-kata paksaan yang kau lontarkan kepada lain hati untuk memuaskan jalan
priyayi. Waktu yang mereka tunggu dan saling menunggu hingga waktu dan takdir
yang menjawab segala gundah seorang pasangan insan yang saling jatuh cinta.
Namun sayang, tak semulus yang ia kira. Banyak hati yang kau
lantarkan dan tak kau hiraukan setelah kau merasa dunia serasa milik dua insan
yang sebenarya saling berdusta. Kau tak memikirkan seorang ibu yang telah
membuat mu hidup dan bernafas sampai hari ini kau buat ia meneteskan air mata
karena kau membuat janji setia di atas mimbar palsu. Tak kuat rasa nya jika
seorang insan kau permainkan hanya untuk berdalih saling suka karena “aku
mencintaimu, dan aku berjanji akan membahagiakanmu”katanya. Bohong dan dusta
yang pastinya kau ucapkan dikala itu, karena tak ada keberanian dan nyali
seorang adam bertemu kepada pemilik insan tersebut, tanpa meminta izin menjabat
tanganya, sungguh ironi dan mengapa kau pun tak sadar dikala itu kau sedang
dibuat tertipu daya karena hebusan bisikan yang deras.
Kuatkan jika kau kuat, tinggalkan jika kau tak sanggup membuat
kelopak matanya terjaga dari basahnya air mata, jangan barmain api jika kau tak
ingin panas menyambarmu dalam raga, dan HALALKAN JIKA KAU INGIN IA BERADA DALAM
DEKAPANMU SELAMANYA DI SEMUA DIMENSI KEHIDUPAN, atau diam dan layangkan
kata-kata di kala insan sedang berada di mata maya mereka bersimpuh meminta
Ridho Nya dalam naungan kasih sayang dan cintaNya.
Oleh : ARA
(Seorang pengembara pencari hidup
sejati penuh arti dalam kuasa Ilahi)
Pass live 01129644342