Sabtu, 13 Januari 2018

Catatan seorang aktivis

RIHLAH UNTUK AWAL YANG BERGAIRAH
Oleh : Agum Restu Alam


Di awal sebuah pertemuan, ada kisah yang sering menjadi canda tawa. Menginspirasi seluruh orang yang ingin mendapatkan hal sesuatu hal yang bergairah. Menemukan sebuah jawaban pasti dan semakin pasti, bahkan semakin yakin bahwa kaulah sahabatku. Saling mnegur satu sama lain, saling menyapa, menebar aroma kebaikan dimanapun perginya. Kami senantiasa bertebaran didalam kehidupan, kami akan menyebarkan mnyebarkan aromanya di dalam kehidupan keseharian kami kepada suasana lingkungan kami. Terus teguh kawan, awali hari ini dengan sebuah kepastian, karena hidup merupakan hal yang pasti dan harus kita pastikan kemana arah yang kita pilih dan raih.  

Sebuah kesegaran yang harus kita raih di awal dan akhir nanti, nafas kita tidak bisa pendek saudaraku, gerak kita tidak bisa lamban saudaraku, detak jantung kita tidak boleh berhenti hanya karena suatu hal yang konyol. Kami bukanlah orang-orang yag minimalis dan loyo, 1000 langkah kaki kita sudah kita coba dan eksperimenkan dalam sebuah tangga yang terinjak nyata dikelopak mata. Akan ada tangga-tangga yang tidak bisa kita lihat hanya dengan sekejap apalagi senyap.

Tarbiyah adalah ibukandung kita, dan kita adalah putra-putri kandung dakwah. Berselancarlah dengan lancar dan gencar. Deru angin menghenmbus tidak akan mengganggu sedikitpun jika kita selalu bersatu, maju terus pantang mundur.  Etimologi Rihlah sudah tercantum dalam banyak buku, salah satunya dalam buku Perangkat-perangkat Tarbiyah karya Ali Abdul Halim Mahmud.

Rihlah merupakan salah satu perangkat tarbiyah, sebagai sebagai pelengkap dari berbagai perangkat yang dipergunakan oleh jama’ah untuk mentarbiyah anggotanya. Dalam runtutan kata-kata yang termaktub dalam buku itu sangat indah, namun itu akan hanya menjadi sampah jika kau tak mengindahkannya. Sutu hal yang pahit dan sulit, jika kita awali dan akhiri dengan sebuah permasalahan pelik.

Ikhwah fillah, kau harus Sungguh, Teguh dan tangguh menghadapi segaa terpaan yang akan kita hadapi. Itu kan menjadi sebuah dinamika yang  pasti dan menajdi suatu hal mudah jika kita bersama-sama, bahu-bahu saling membantu. 
Sahabat, kau akan menjadi menjadi orang yang Syahid di siang hari dan Rahib di malam hari.

ALLAHUAKBAR !!!
~optimis, dinamis, dan agamis~

Selasa, 09 Januari 2018

Dakwah dan Dunia Global

DAKWAH DAN DUNIA GLOBAL
Oleh : Agum Restu Alam
teinspirasi dari buku telling Islam to the world (Imam Shamsi Ali)

Secara universal, segala sesuatu mengalami perubahan. Dimana Islam adalah agama yang sangat universal, tidak ada satupun aspek-aspek, komponen-komponen, organ-organ kehidupan yang tidak diatur oleh Islam. Dan dunia kita saai ini mengalami perubahan, perubahan yang drastis. Perubahan yang menjadikan banyak orang serasa bermimpi. Perubahan-peruabahan yang terjadi seolah menjadi hal yang utopis bahkan menjadi imjanisasi masa dulu namun terbukti pada saat zaman now ini, banyak perubahan yang diluar batas imajinasi manusia itu sendiri.
Pada zaman yang penuh perubahan ini, kita dituntut untuk memiliki sebuah antisipasi tinggi dari umat. Dalam hal ini pula, metode penyampaian Islam ke dunia, telling Islam to the world. Jika tidak, rasa Islam ini akan menjadi hal aneh dan menjadi barang antik karena pean-pesan ini seakan-akan termarjinalkan bahkan akan menemui ujung dakwah ini. Bagaiamana bisa dakwah ini akan berhenti ? oh tentu bisa, karena risalah Islam dibawa oleh manusia pilihan-Nya yang  memiliki daya dan upaya untuk mentransferkan dan mentransformasikan pesan Tuhan ini. Karena agama ini pun tetap lestari karena ada yang sang Da’i beserta sejuta metode yang dipaakai agar pesan suci ini bisa melanglang buana serta merasuk ke setiap relung hati manusia untuk menjadi cahaya dalam menuntut hidupnya agar selamat.
Dalam upaya penyampaian yang sedang kita rasakan ini, bagaimana di zaman now  ini perubahan ini menuntut kita untuk bekerja keras dalam meneliti dan mencari bagaiamana pesan suci ini tersampaikan. Jika tidak, maka umat dan metode penyampaina itu akan ketinggalan kendaraan dan terasingkan. Jangankan saudara-saudara non-muslim, generasi muda kita ini saja jadi kehilangan trust (kepercayaan) kepada agama ini jika metode telling (tablig) atau penyampaian itu kehilangan konteks.
Salah satu realitas yang harus diterima oleh manusia zaman ini yaitu kecanggihan transportasi dan telekomunikasi  yang semakin super speedy (super cepat) yang membuat hidup kita terasa sangat sempit. Kecepatan lalu lintas telekomunikasi ini bukan hak yang aneh dan baru bagi umat ini. Fenomena kecepatan telekomunikasi dan transportasi disebutkan melalui kisah Nabi Sulaiman as dan Ratu Bilqis dalam Al-Qur’an.
Seharusnya umat Islam bisa memanfaatkan momentum ini, bagaimana telekomunikasi ini menjadikaa Islam melejetit, berkembang pesat scepat kilat. Namun, sayangnya keterbatasan umat Islam dalam fasilitas ini, justru menjadikan wajah umat muslim dunia emjadi tersebar negatif. Sehingga terbangun perspektif buruk dan menakutkan tentang agama yang indah dan menyenangkan ini.
Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama, diamna kenyataan ini pula yang menyadarkan akan tanggung jawab kita semua untuk ikut dalam berkompetisi dalam menentukan “warna” Islam ke seluruh dunia.
DAKWAH GLOBAL
Perlu diketahui, bahwasanya Islam adalah agama yang universal dan mencakup semua universalitas kehidupan. Tentang kenyataan dunia global dan realitas bahwa Islam memang secara alami adalah agama global, maka umat Islam harus menyadari akan tanggug jawab globalnya. Yakni membangun sebuah komitmen untuk membawa Islam ke seluruh pelosok alam utuk mewarnai kehidupan manusia dan membawa perubahan positif kesuluruh dunia.

CONNECTING NEW YORK  - JAKARTA
Gerakan menyebarkan Islam ke seluruh dunia (Telling Islam to the world) itu telah resmi diluncurkan di jakarta pada tanggal 18 Desember 2015. Akan tetapi implementasi dan pergerakan utamanya akan digenjot dari kota New York, Amerika Serikat.
Kenapa Jakarta dan New York ?
Peluncuran inisiatif Telling Islam To the World di lakukan di Jakarta, karena Indonesia adalah penduduk Muslim terbesar di dunia. Tentu disadari atau tidak, Indonesia memiliki tanggung jawab yang besar terhadap status yang diembannya. Mau tidak mau, Indonesia adalah duta perdamaian dunia, dimana sarang Musklim terbesar ada di Indonesia. Indonesia memiliki tanggung jawab besar dalam menyebarkan Islam yang sesungguhnya. Islam yang berwajah alternatif dari wajah-wajah Islam yang sedang dipropagandakan oleh dunia Barat saat ini.

To be continued....

Dipaksa Merasa

Dipaksa Merasa Seorang manusia sedang menyelaraskan hati dengan fikirannya. Ada sesuatu yang sangat ia inginkan, namun sayang hati d...